Kejayaan Dan Kemunduran Media Cetak Majalah Chic

Kejayaan Dan Kemunduran Media Cetak Majalah Chic

Kejayaan Dan Kemunduran Media Cetak Majalah Chic – Media cetak di Indonesia berkembang pada pasarnya masing-masing. Anda bisa dengan mudah menemukan media yang dikhususkan untuk remaja perempuan, wanita muda, wanita karir dan lain sebagainya dalam bentuk tabloid ataupun majalah. Kondisi tersebut bisa dibilang sebagai salah satu indikasi yang menunjukkan besarnya pasar di Indonesia untuk media cetak. Sayangnya beberapa tahun belakangan ini pasar tersebut terus menurun dan tidak terlihat adanya kemungkinan media cetak untuk masuk kembali. Dari data di tahun 2000 (pada masa kejayaan media cetak), di Indonesia terdapat 115 tabloid dan juga 139 majalah. Bisa anda bayangkan bukan masa kejayaan media cetak lebih dari satu dekade yang lalu?

Kondisi pasar Indonesia yang berpotensi tersebut akhirnya berhasil menarik media cetak luar negeri untuk masuk ke pasar Indonesia. Untuk media cetak yang khusus untuk remaja dan wanita Indonesia, beberapa majalah yang masuk adalah Her World, Chic, Cosmo Girl dan lain sebagainya. Media cetak terutama yang berfokus memberikan berbagai informasi terkait lifestyle terus berkembang karena seorang wanita memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga. Beberapa rubrik yang ada di dalam majalah tersebut adalah masalah psikologi, kesehatan, gaya hidup, fashion dan lain sebagainya.

Wanita indonesia sangat tertarik dengan media apapun, entah cetak atapun online yang dapat memberikan berbagai informasi yang menarik terutama informasi yang dapat meningkatkan kepercayaan diri dan juga dapat meningkatkan penampilannya. Media memang dapat memberikan pengaruh dalam menentukan gaya hidup atau lifestyle seseorang. Dan salah satu majalah yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat Indonesia terutama wanita Indonesia adalah majalah Chic. Majalah yang berasal dari Amerika Serikat ini masuk ke Indonesia pada tahun 2004 lalu. Sayangnya majalah Chic harus berhenti cetak di tahun 2014 karena tidak bisa menyaingi internet. Sejak adanya internet, orang-orang bisa dengan mudah mengakses informasi termasuk yang berkaitan dengan lifestyle ataupun fashion. Entah mengapa walaupun Chic sudah menutup bisnis media cetaknya, ia tidak mengeluarkan versi onlinenya. Anda hanya bisa melihat media sosialnya di internet, hanya saja konten yang tersaji di dalamnya hanya sedikit, dan itu pun tidak tersedia dalam bahasa inggris.

Hal tersebut tidak hanya terjadi pada majalah Chic saja, pastinya ada banyak majalah lifestyle dan fashion wanita melakukan hal yang sama. Daripada terus bertahan dalam bisnis yang tidak menguntungkan dan mengalami kerugian, lebih baik menutup bisnisnya. Yang disayangkan hanya satu, ketika sebuah majalah menghentikan versi cetaknya dan tidak mengeluarkan versi onlinenya. Padahal tidak sedikit orang-orang yang tidak ingin berpisah dan masih senang dengan majalah tersebut. Beberapa contoh majalah lifestyle dan fashion yang berhenti terbit namun mengeluarkan versi onlinenya adalah Cosmo Girl Indonesia, Kawanku dan juga majalah Femina.

Tags
No Tag

One Response

  1. Hi, this is a comment.
    To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
    Commenter avatars come from Gravatar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares